1. Model Howard-Sheth
Model ini dapat digunakan untuk
membantu menerangkan dan memahami perilaku konsumen meskipun tidak bisa
digunakan untuk meramalkannya secara tepat. Model ini berisi empat elemen
pokok, yaitu:
1. input (ransangan/stimuli)
Merupakan dorongan (stimuli) yg ada
dlm lingkungan konsumen terdiri dari dorongan komersial dari pemasar dan
dorongan sosial. Dorongan komersial adalah dororngan signifikaatif yang berupa
merek dan stimuli simbolik yang berhubungan dengan kegiatan periklanan
perusahaan. Dorongan sosial adalah komunikasi dari mulut kemulut yang terjadi
dalam keluarga, kelas sosial, dan kelompok referensi, yang merupakan input yang
sangat efektif untuk sebuah keputusan pembelian.
2. Susunan hipotesis (hypothetical
construk)
a. susunan pengamatan (perceptual
contruct) terdiri dari perhatian yg dipengaruhi oleh kedwiartian yg
mendorong (stimulus ambiquity) dan sikap, bias pengamatan dan penyelidikan
konsumen.
b. Susunan balajar (learning
construct) yg terdiri dari motif,pemahaman merek, criteria pemilihan,
maksud /tujuan untuk membeli, keyakinan dan kepuasan
3. Output (respon variables)
Model Howard-Sheth menghasilkan
output yang berupa keputusan untuk membeli. Tujuan adl kecenderungan konsumen unt
membeli merek yg paling disukai. Sikap mrp penilai konsumen ttg kemampuan merek
memuaskan kebutuhan. Pemahaman merek adl sejumlah informasi yg dimiliki
konsumen tnt suatu produk tnt. Perhatian adl tanggapan thd informasi yg masuk.
Apa yang dikemukanakan oleh Howard-Sheth hampir serupa dengan dengan model AIDA
(attention, interest, desire, dan action) dalam iklanan.
4. Variable-variabel exsogen
(exogenous variables)
Variabel-variabel eksogen turut
mempengaruhi perilaku konsumen meskipun pengaruhnya tidak begitu besar.
Variabel-variabel eksogen dalam model ini adalah:
- pentingnya pembelian
- sifat kepribadian status keuangan
batas waktu (mendesak tidaknya)
- faktor sosial dan organisasi
- kelas sosial
- kebudayaan
2. Model Engel, Kollat dan Blackwell
Model ini menggambarkan dengan
jelas bagaimana seseorang melakukan pembelian, mulai timbulnya kebutuhan sampai
akhir pembelian yaitu penilaian setelah pembelian. Model ini didasarkan pada
proses pengambilan keputusan konsumen.
Tahap dasar dari proses pembelian
menurut model ini adalah: (1) motivasi, (2) pengamatan, (3) proses belajar.
Kemudian diteruskan dengan pengaruh dari kepribadian, sikap dan perubahan sikap
bekerja bersama pengaruh aspek sosial dan kebudayaan setelah itu samapailah
pada tahap proses pengambilakan keputusan konsumen.
Enggel, Kollat dan Black Well
mengatakan bahwa mempelajari perilaku konsumen adalah hampir sama dengan
mempelajari perilaku manusia.
3. Model Nicosia
Anggapan dari model ini adalah
bahwa konsumen belum mempunyai perjalanan langsung tentang produk tertentu atau
merek tertentu.
Bidang satu merupakan aliran misi
dari perusahaan (periklanan produk) yang diterima dan dicerna oleh konsumen.
Kegiatan bidang satu meliputi dua sub bidang yaitu meliputi atribut-atribut
perusahaan dan produknya, karakteristik media, sasaran yang dituju dan
lain-lain. faktor-faktor lingkungan, karakteristik kepribadian, dan faktor
kesadaran yang mempengaruhi penerimaan misi tersebut.
Bidang dua adalah aliran pencarian
data yang meliputi percaarian data internal dan eksternal. Perncarian data
internal berhubungan dengan pengenalan konsumen terhadap produk atau merek.
Pencarian eksternal berhubungan dengan
informasi-informasi yang didapat
dari lingkungan baik perusahaan, keluarga maupun keleompok kerja.
Bidang tiga merupakan berupahan
yang mungkin terjadi dari motivasi menjadi kegiatan untuk membeli. Jika
pembelian terjadi, bidang em pat adalah kegiatan konsumen untuk menyimpan dan
mempergunakan produk tersebut.
4. Model Andarieasen
Model Andarieasen dibangun dari
konsepsi-konseosi tentang formasi sikap dan perubahannya dalam psikologi
sosial. Kunci perubahan sikap ditetntukan oleh berbagai macam jenis informasi.
Model ini menjelaskan seluruh proses dari rangsangan-rangsangan sampai dengan
hasilnya yang berupa perilaku, semua itu terkandung dalam siklus pemrosesan
informasi yg terdiri empat tahap yaitu: input berupa rangsangan (stimuli),
pengamatan (perception) dan penyaringan, perubahan-perubahan sifat, serta macam
hasil yang mungkin terjadi
Titik pusat model Andarieasen
adalah pada formasi sikap dan perubahan sikap. Perubahan cara pengamatan
konsumen terhadap produk perusahaan dapat dilakukan dengan mempengaruhi sikap
melalui jaringan produk dan komunikasi perusahaan.
5. Model Clawson
Model
ini didasarkan pada teori bentuk dan teori bidang. Perilaku konsumen
dipengaruhi oleh hasil konflik psikologis dalam berbagai situasi. Konsumen
individu mengumpulkan valensi-valensi positif dan negatif dari suatu produk
yang hendak dibeli. Terjadinya pembelian merupakan hasil bahwa valensi-valensi
positif yg lebihh besar daripada valensi negatif. Nilai masing-msing valensi
tersebut tidak tetap dan tidak bebas dari pengaruh ruang individu. Kebutuhan
akan suatu produk timbul dan dipengaruhi oleh ruang hidup individu yaitu
tempat, waktu,dsb
6. Model Hirarki Kebutuhan dari Maslow
Ada lima hirarki kebutuhan yi;
fisiologis, keselamatan, cinta, penghargaan. Dan aktualisasi diri. Maslow
menekankan adanya suatu hirarkhi kebutuhan, dimana kebutuhan yang lebih tinggi
akan dipenuhi seterlah kebutuhan yang lebih rendah dipenuhi terlebih dahulu.
Hirarkhi kebutuhan menurut Maslow
adalah sebagai berikut :
1. kebutuhan fisiologis, seperti
makan, minum, perumahan, dan sebagaimnya
2. kebutuhan akan keselamatan, yaitu
perlindungan dari bahya, ancaman, dan perampasan ataupun pemecatan dari
pekerjaan.
3. kebutuhan milik dan kecintaan,
misalnya kepuasan sebagai anggota keluarga dan kelompok, kesenangan, kepuasan
dalam menjalin hubungan dengan orang lain dan sebagainya.
4. kebutuhan akan penghargaan,
misalnya reputasi, prestise, kehormatan diri, kebutuhan akan status dan
kedudukan dan sebagainya
5. kebutuhan akan kenyataan diri,
mislanya penyelesaian pekerjaan sendiri, pengembangan diri semaksimal mungkin,
kreativitas, ekspresi diri dan sebagainya.
Maslow menggunakan hirarkhi
kebutuhan ini sebagai dasar penelitian untuk menentukan bagaiman tingkatan
kebutuhan ini berkaitan dengan perilaku manusia. Intinya seseorang akan
melakukan pembelian untuk memenuhi suatu kebutuhannya kalau kebutuhannya yang
lebih rendah telah terpenuhi. Dengan kata lain orang tidak akan membeli produk
untuk pemenuhan kebutuahan akan keselamatan kalau kebutuahan
fisiologis/kebutuhan pokoknya terpenuhi.
7.
Model Markov
Model Markov meneliti perilaku
pemilihan merek suatu produk. Model ini menyebutkan bahwa hanya pemilihan merek
pada pembelian terakir yang mempengaruhi pemilihan merek pembelian sekarang.
8.
Model Perilaku Pembelian Industri
Perusahaan yang menghasilkan barang
industri perlu mengetahu bagaimana perilaku pembelian industri. Keberhasilan
kegiatan pemasaran industrial sering kali tergantung pada masalah seberapa jauh
pemasar dapat memahami proses pembelian, termasuk didalamnya adalah :
(a) identifikasi wewenang dalam
pembelian
(b) penyusunan kriteria keputusan
(c) penyusunan prosedur untuk
evaluasi dan pemilihan supplier
Tidak ada komentar:
Posting Komentar